Senin, 16 Februari 2009

FILSAFAT PENDIDIKAN DAN TEORI PENDIDIKAN

BAB II
PEMBAHASAN
FILSAFAT PENDIDIKAN DAN TEORI PENDIDIKAN
A.FILSAFAT
Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani “philosophia”. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga di artikan sebagai suatu sikap yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubngan.
Dalam filsafat digunakan nalar dan pernyataan untuk menemukan kebenaran dan pengetahuan akan fakta. Ketika menyelesaikan masalah secara falsafah , seseorang tidak harus merujuk pada sumber lain tapi hendaknya bias menjawab masalah yang dipikirkannya menggunakan akal budunya, dengan pikiran yang bebas. Berikut beberapa pengertian filsafat menurut beberapa ahli:
• Plato (428-348 SM) : Filsafat tidak lain dari pangetahuan tentang segala yang ada.
• Aristoteles : bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikiian filsafat bersfat ilmu umum sekali.
• Cicero (106-43SM) : Filsafat adalah Ibu dari semua seni, ia juga mendefinisikan filsafat sebagai seni kehidupan.
• Johan Gotlich Ficte (1762-1814) : Filsafat sebagai ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
• Notonegoro: Filsafat menelaah hal-hal yang dijadikan objeknya dari sudut intinya yang mutlak, yag tatap tidak berubah, yang disebut hakekat.
• Hasbullah Bakry: Ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai Ke-Tuhanan, alam samesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang sikap manusia itu sebenarnya setelah mencapai pengetahuan itu.

B. PENDIDIKAN
Istilah pendidikan dalam bahasa Inggris “education”,Yang dapat diartikan pembimbingan lanjutan. Ada dua istilah yang digunakan dalm pendidikan yaitu,: pedagogie(pendidikan) dan pedagogiek(ilmu pendidikan).
Pendidikan juga berarti upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik Maupin potensi cipta, rasa, dan karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam jalan hidupnya.
Dasar pendidikan adalah cita cita kemanusiaan universal, yang bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan, organis, harmonis, dinamis guna mencapai tujuan hidup manusia. Sasaran pendidikan ini sebagai alat, sarana, dan jalan untuk mewujudkan dirinya sebagai makhluk pendidikan.

C. FILSAFAT PENDIDIKAN
Filsafat pendidikan adalah nilai nilai dan keyakinan filsafat yang menjiwai, mendasari dan memberikan identitas suatu system pendidikan,filsafat pendidikan adalah jiwa , roh, kepribadian system pendidikan nasional. Filsafat pendidikan mempunyai persoalan sentral sendiri berupa hakikat pematangan potensi manusia. Beberapa definisi filsafat pendidikan yang dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya:

• Harry S
Pendidikan adalah usaha untuk mengadakan interpretasi yang menyangkut pendapat mengenai makna yang dimilikinya.
• John S .Brubacher
Dalam bukunya ‘modern of philophies of education” Bahwa ”a philosophy of education of constantly appeals its validity to practice is in that degree necessarily dependent on the art of education. In fact only a philosophy truncated practice can be clearly disting uished from education as an art.
• Kilpatrick
Philosophizing and education are, them , but two stages of the same endeavor, philosophizing to think out better values and idealism, education, acting out of the best direction philosophizing can give,tries,beginning primarily with the toung, to lead people to build citized values into their characters, and is the way to get highest ideals of philosophy preogressively embodied in their lives.
• John Dewey
Filsafat pendidikan adalah suatu perumusan secara tegas dan benar tentang problema-problema pembentukan mental Dan moral dalam kaitannya menghadapi tanatngan kesulitan yang timbul pada kehidupan social masa kini.

D. HUBUNGAN FILSAFAT DAN PENDIDIKAN
Secara filosofis hakekat keberadaan di dunia ini bersifat plural, sehingga manusia harus bersikap dan berprilaku adil terhadap dirinya sendiri, masyarakat ,dan terhadap alam. Agar bisa berbuat demikian, manusia harus berusaha mendapatkan pengetahuan yang mengenai keberadaan segala sesuatu yang ada di dunia ini, dari mana asalnya, bagaimana keberadaannya,dan apakah yang menjadi tujuan akhir keberadaan tersebut.Untuk itu manusia harus mendidik diri sendiri dan sesamanya secara terus-menerus.
Didalam filsafat mengakui bahwa menurut substansinya yang ada itu adalah tunggal, berada di tingkat abstrak, bersifat mutlak dan tidak mengalami perubahan . Sedangkan menurut eksistensinya, yang ada itu plural, berada di tingkat kongkret,bersifat relative dan mengalami perubahan terus menerus. Dalm hal ini kegiatan pendidikan ditekankan pada materi tentang pengetahuan umum, wawasan, eksistansi dan tujuan kehidupan. Berdasarkan filsafat , pendidikan berkepentingan untuk membangun filsafat hidup agar bisa di jadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

E. TEORI-TEORI PENDIDIKAN
* Teori Empirisme
Ajaran filsafat Empirisme yang dipelopori oleh John Locke (1632-1704) mengajarkan bahwa perkembanagan pribadi ditentukan oleh factor lingkungan,terutama pendidikan.
• Teori Nativisme
Ajaran filsafat Nativisme dapat digolongkan dalam filsafat idealisme berkesimpulan bahwa perkembangan pribadi hanya ditentukan oleh factor hereditas , factor dalam yang berarti kodrati.Tokohnya Arthur Schopenhauer(1788-18600 menanggap bahwa factor pembawaan yang bersifat kodrati kelahiran, yang tidak dapat di ubah oleh pengaruh alam sekitar.
• Teori Konvergensi
Kedua alasan di atas bagaimanapun sangat kuat,Namun keduanya kurang realitas.Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja, tanpa pengaruh linhkungan(pendidkan)yang positif dan maksimal,, tidak akan menghasilkan kepribadian yang ideal, tanpa potensi yang baik.

F.HUBUNGAN FILSAFAT DAN TEORI PENDIDIKAN
Hubungan antara filsafat dan teori penddikan, diantaranya adalah:
1.Filsafat dalam arti filosofis merupakan satu cara pendekatan yang dipakai dalam memecahkan problematika pendidiakan dan menyusun teori-teori pendidikan oleh para ahli.
2. Filsafat, berfungsi member arah bagi teori pendidikan yang telah ada menurut aliran filsafat tertentunyang memiliki relevansi dengan kehidupan nyata.
3. Filsafat, dalam hal ini filsafat pendidikan, memberikan petunjuk dan arah dalam pengembangan teiri-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan.











BAB III
PENUTUP
• Filsafat merupakan studi secara kritis mengenai masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan manusia dan merupakan alat dalam mencari jalan kluar yang terbaik agar dapat mengatasi semua masalah semua yang di hadapi.

• Pendidikan adalah usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi pembawaan bijak jasmani maupun rohani sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan kebudayaan.

• Adapun letak hubungan antara filsafat pendidikan dan system pendidikan itu adalah sangat erat sekali satu sama lainnya.karena kedua disiplin itu menghadapi problema filsafat secara berdsama-sama.Selait itu filsafat sebagai ilmu yang mempelajari objeknya dari segi hakikatnya.

• Hubungan antara filsafat pendidikan dan teori pendidikan terdapat suatu hubungan yang erat dan tak dapat terpisahkan. Filsafat pendidikan mempunyai peranan yang amat penting dalam suatu system dan teori pendidikan karena filsafat merupkan pemberi arah dan pedoman dasar bagi usaha-usaha perbaikan, meningkatkan kemajuan dan landasan kokoh bagi tegaknya system pendidikan.